• PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN, EKONOMI DAN AKUNTANSI
    Vol 1 No 1 (2019)

    Visi Indonesia emas di Tahun 2045  bertujuan untuk meningkatkan daya saing sektor teknologi dan manusia. Namun, kesiapan Indonesia sejauh ini  masih sibuk mengejar revolusi Indonesia 4.0 dan jepang lebih maju selangkah dengan menerapkan Society 5.0. Saat ini pemerintah sedang menggalakaan penerapan revolusi industri 4.0, semua sektor gencar mengampanyekan revolusi industri yang memanfaatkan teknologi internet. Indonesia perlu membangun Big Data untuk memperkecil kesenjangan kemampuan adaptasi antar era teknologi.

                Perkembangan teknologi ini berdampak pada perkembangan ekonomi diIndonesia . World Economic Forum menyebutkan bahwa akan ada 3,7 juta pekerjaan baru akan muncul sebagai dampak dari ekonomi digital dan 52,6 juta pekerjaan berpotensi hilang. Lalu bagaimana persiapan Indonesia saat ini? Kemana arah kebijakan pemerintah untuk mewujudkan ekonomi indonesia berdaulat?

                Akademisi peneliti perlu berdialog untuk membahas tentang quo vadis ekonomi Indonesia saat ini, oeh karenanya kali ini Fakultas Ekonomi Universitas Nusantara PGRI Kediri mengadakan kegiatan Seminar Nasional Manajemen Ekonomi dan Akuntansi (SENMEA) 2019  ini dengan tema “Revolusi Industri vs Society 5.0: Quo Vadis Masa Depan Ekonomi Indonesia Berdaulat”