Seminar Nasional Manajemen Ekonomi dan Akuntansi (SENMEA) merupakan event prestisius tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Nusantara PGRI Kediri. Kegiatan ini telah berlangsung setiap tahun selama 5 tahun. Pada penyelenggaraan perdana tahun 2016, SENMEA mengusung tema “Strategi Pengembangan UMKM sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia” menghadirkan pemateri utama Bupati Bojonegoro periode 2013-2018 Bapak Drs. Suyoto, M.Si sebagai representative regulator (pemerintahan), Dr. Hari Wahyono, M.Pd pakar dan pemerhati ekonomi dari Universitas Negeri Malang sebagai akademisi, dan Bapak Edy Purwanto, S.E., Direktur CV Citra Pengusaha Mandiri sebagai praktisi.

Penyelenggaraan SENMEA ke 2 yaitu tahun 2017 menyajikan tema “Mewujudkan kemandirian ekonomi melalui pergerakan sector strategis ekonomi domestik” menghadirkan narasumber Dr. Emil Elestianto Dardak (Bupati Trenggalek periode 2014-2019), Dr. Ir. Jamhadi (Staff Ahli KADIN Propinsi JawaTimur, dan Ketua KADIN Surabaya), dan Dr. H. Agung Winarno, M.M. Dosen dan pengamat ekonomi nasional dari Universitas Negeri Malang)

SENMEA ke 3 dilaksanakan pada pada tahun 2018 dengan menyajikan tema :“Resiliensi Industri di Era Disruption 4.0, yang menghadirkan narasumber Dr. Eng. Khoirul Anwar, ST., M.Eng. (Direktur Center for Advanced Wireless Technology, Telkom University), Dr. Indrianawati Usman, S.E., M.Sc. (Ketua Forum Manajemen Indonesia KorwilJatim, dan Drs. Setyohadi, M.Si. (Presiden Indonesia Marketing Association)

SENMEA ke 4 dilaksanakan pada tahun 2019 dengan menyajikan tema “Revolusi Industri 4.0 vs Society 5.0: Quo Vadis Masa Depan Ekonomi Indonesia Berdaulat” menghadirkan narasumber Dr. Hari Wahyono (Dosen Senior Universitas Negeri Malang) dan Krishna Chandra (CISO Privy.id, Perusahaan penyelenggara tanda tangan digital)

Pada tahun ini SENMEA akan menyajikan tema :“Restrukturisasi dan Transformasi Ekonomi dan Bisnis di Era Pandemi Covid 19”. Sebagai respon akademis terkait isu transformasi lingkungan ekonomi dan bisnis secara cepat dan berdampak pada kebutuhan akan digitalisasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai wadah bagi akademisi, peneliti perguruan tinggi, praktisi bisnis, dan pemerintah sebagai regulator untuk bediskusi terkait restrukturisasi dan transformasi ekonomi dan bisnis dalam kelangsungan persaingan global.